System Theory

Tulisan ini terinspirasi oleh sikap skeptis dalam diskusi mengenai sebuah sistem yang dikatakan bahwa dalam realita, sebuah sistem tidak sesederhana itu, yaitu gambaran input-proses-output. Karena ternyata ada banyak sistem lain yang mempengaruhi proses. Sikap skeptik itu melihat bahwa proses dalam sistem adalah sebuah proses transformasi tungga searahl.

Sebagai pribadi  yang dalam masa perkembangannya bergelut terlebih dahulu dengan sistem elektorik sejak SD klas 6 hingga membuat transceiver dengan transistor 2 SA 70 dan driver 2SB 71 di SMP 8 Yogyakarta berkolaborasi dengan teman-teman di SMP 5, dan kemudian membuat transmitter tabung C Clas dan Modulator AB Class, di SMA 1 hinngga menjadi teknisi dan membuat broadcasting transmitter beberapa kali,  maka ketika beljajar secara teoritik mengenai teori sisem beberapa tahun kemudian setelah berhenti dari kegiatan per transmitter-an, rasanya seperti menganyam kembali apa yang pernah saya lakukan sebelumnya.

Mungkin, secara sederhana , marilah kita mulai membayangkan sebuah sistem dalam kehidupan kita, agar lebih mudah memahaminya. Kendaraan bermotor atau mobil ! Tnpa disadari, ketika electric starter dijalannkan dan mobil tidak hidup, artinya engine system  tidak bekerja, maka otak kita lalu berpikir mengenai kemungkinannya. Reaksi pertama yang biasanya dan pada umumnya dilakukan adalah melihat indikator bensin atau gas di dash board mobil. Bila bensin atau gas masih maka, secara reaktif dan agak emosinal, eleltric starter di hajar terus, bahkan sampi persedian lsitrik di battery habis dan kemudian menelpon engineer atau teknisi  atau perusahaan asuransi dimana mobil diasuransikan.

Mengapa ketika mesin tidak hidup lalu kita melihat apakah gas atau bensin masih melalui indikator di dashboard secara reflektif? Karena sistem berpikir di otak melihat bahwa bensin atau gas adalah input untuk menyalakan engine. Jadi, kalau bensin atau gas masih maka mestinya mesin akan beraksi menyala, seperti yang ada dalam sistem berpikir yang ada. Namun, perilaku engine ternyata tidak seperti yang diprediksi meskipun engine adalah teknologi yang karakteristiknya predetrmined atau bisa diketahui sebelumnya.

Pada dasarnya, demikian banyak faktor yang mempengaruhi sebuah engine sebagai sebuah combustion system agar bekerja, bukan hanya bensin atau gas. Para engine designer atau engineer tahu persis bagaimana combustion system itu. Namun, keterbatasan untuk memahami kerumitan itu maka manusia sering membuat penyederhanaan dengan ccara membuat batas sistem menjadfi lebih sempit, atau dengan kata lain mengisolasi sistem sesuai dengan batasan pemikirannya. Di luar batasan sistem yang telah dibuat dianggap tidak mempengaruhi, meskipun mungkin secara tidak langsung akan mempengaruhi pula. Nah, sampai disini mulai terkuak sedikit mengenai teori sistem.

Ketika electric starter di fungsikan maka kita memberi input kepada sistem agar bekerja, yaitu menjalankan electrical system ke spark plug dan sekaligus menggerakkan axle system untuk start up.. Combustion system pada dasarnya mengubah gas yang dimampatkan dalam silinder dan kemudian dibakar dengan letupan lisrik. Electric strater itu memutar awal axle yang akan menggerakkan piston dalam silinder dan kemudian memampatkan gas dan kemudian dibakar hingga menjadi enerji yang menendang piston itu. Ketika pembakaran telah terjadi maka sistem berjalan atau mesin hidup. Namun demikian, gas yang masuk ke tabung silinder itu melalui sebuah sistem lain yang disebut carburator dan listrik yang mengalir ke spark plug itu juga melalui sebuah sistem divider (teknologi lama) atau Electronik Digital Ignition (teknologi baru) untuk mengatur tepatnya letupan dengan kemampatan gas di tabung silinder. Apakah rangkaian sistem ini juga dipahami oleh pengguna mobil biasa? tentu tidak. Maka, pemahaman sistem sekali lagi, sangat tergantung atau berkaitan dengan kebutuhan atau sistem berpikir manusia mengenai sebuah obyek.

Bagi engineer, ketika indikator gas atau bensin menunjukkan positif maka langkah ke dua yang diperiksa adalah sistem pengapian. demikian seterusnya penelusurannya dengan metoda folding back yang bagi pengguna mobi l biasa dan tidak memahamai sebuah combustion system tentu tidak akan berpiikir kesana. Namun, setelah dia mengetahui bagaimana engineer menganalisis dan melihat sistem itu bekerja maka tentu akan berkata: “ah… ternyata banyak yang mempengaruhi kerja sebuah combustion system“.

Sebenarnya, pemahaman sebuah sistem itu dalam pikiran manusia be rkemban g seiring perkembangan dirinya. Alam semesta adalah sebuah sistem yang kompleks dan bumi dimana kita hidup adalah hanya salah satu planet dari galaksi Bim a Sakti ataiu Mlky Way dimana di alam semesta ini ada jutaan galaksi yang berada dalam sebuah sistem keseimbangan sem purna .

Yang harus dipahami benar adalah bahwa Sistem adalah sebuah model abstraksi sebuah realita yang akan membantu analis untuk memahami  dan menganlisis masalah dengan lebih mudah.

Teori Sistem

Teori Sistem adalah studi transdipsipliner mengenai sistem secara umum dengan tujuan untuk memberi gambaran mengenai prinsip-prinsip yang bisa diterapkan ke berbagai bidang riset dan berhulu ke General System Theory Ludwig von Bertalanffy[1], seorang ahli Biologi, Bertalanffy mendefinisikan sistem sebagai elemen-elemen yang saling berhubungan dan berhubungan dengan System Thinking dan Sytem Science .

Sebuah  sistem terdiri dari empat unsur[2]:

  1. Elemen-elemen atau variabel-variabel dalam sistem dan ebntuknya tergantung dari sifat sistem
  2. Atribut-atribut atau properti dari sistem dan obyeknya
  3. Relasi antara obyek
  4. Berada dalam sebuah lingkungan

Ini adalah gambaran sebuah sistem[3]  Batas sistem atau system boundary untuk menentukan batasan sebuah sistem, mengingat prinsip elemen-elemen yang saling berhubungan, atau sebuah sistem pada dasarnya adalah sub sistem dari sistem yang lebih besar. dengan menetukan batasan sistem maka isolasi dilakukan untuk mahamai sebuah sistem lebih baik dengan menghilangkan pengaruh dari luar. Jadi, apakah sebuah sistem akan terbuka dan sampai dimana terbuka akan sangat tergantung pada tujuan kita menggunakannya[4]

Secara sederhana adalah gambaran proses perkembangan anak hingga dewasa menurut Ecological System Urie Brofnenbrenner, dimana perkembangan pribadi dipengaruhi seja Microsystem, Mesosystem, Exosystem, hingga Macrosystem. Sebuah negara berhubungan dengan negara lain,  atau alam semesta, dan masih banyak lagi. Kita mengatakan sistem sebuah negara karena mengisolasi dengan boundary system. Sama dengan sistem sebuah perusahaan yang di-isolasim dari faktor eksternalnya, emskipun proses dalam organisasi sangat dinamis dan terdiri dari  berbagai subsistem proses

Micahel Porter, mengemukakan kekuatan persaingan dengan pendekatan sistem :

dari sebuah sistem sederhana, Porter menguraikan pemikirannya mengenai persaingan yang dihadapi oleh bisnis. Sebuah bisnis harus bersaing dalam industri dimaan dia berada. Disamping itu, bisnis juga mendapat tekanan dari Supplier, Costumer, Potential New Entrance , dan Substitute Product.

Robbins[5] dalam OB Stage II menggunakan Teori Sistem untuk menjelaskan anatomi organisasi yang berbasis pada simple sistem itu. Berdasar pada model sistem sederhana Input -> Process -> Ouput, dimana input adalah Human dan outputnya adalah Satisfaction, Turn Over,  Productuivity, Absence, Citizenship, Robbins membangun sebuah model lengkap dengan  feedback loop :

Yang menarik dari sistem Robbins adalah proses yang dikelompokkan kedalam tiga tahap sub proses dinamik yaitu Individu, Group, dan System. Masing-masing proses adalah sebuah sistem dimana output dari sistem Individu menjadi output sistem Group. Setiap sub proses terdiri dari interaksi sub-sub proses dimana setiap sub-sub proses terjadi dinamik proses dan mansuia menjadi sub-sub-sub proses yangn juga berproses secara dinamik. Artinya, kerumitan sebuah sistem anatomi organisasi tegambarkan secara sederhana melalui kodel OB Stage II Robbins.

Model OB Stage  II Robbins ini digunakan untuk pembahasan buku Organizational Behavior yang membahas hubungan antara individu dengan individu individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam sebuah organisasi. Jelas sekali, Teori sistem bekerja disini, seperti sejak awal disusun.

Supply Chain Managent atau Mata Rantai sistem pasokan menjelaskan bagaimana sebuah sistem berhubungan dengan sistem yang lain.Tidak ada sebuah sistem ekonomi yang berdiri sendiri kecuali Robinson Crusoe dalam Novel Daniel Devoe 1719

Bila Supply Chain Management itu digunakan untuk menjelaskan lima Kekuatan Porter maka hubungan itu akan menjadi:

Demikianlah sebenarnya hubungan antar organisasi bisnis dalam industri dan antar mata rantai industri pemasok dan pengguna. Maka dikenal industri hulu dan industri hilir yang bisa digambarkan dalam sebuah model sistem berikut.

Pengguna akhir bukan hanya masyarakat tetapi juga industri dimana industri didefinisikan sebagai kumpulan dari bisnis sejenis. Feedback loops juga tampak dalam model ini.

Dalam penelitian Kuantitatif, basisnya adalah Positivistik, masalah dimodel kedalam sebuah sistem agar causal relationship itu terlihat dan bisa dimodel kedalam Structural Equation Model. Bila Teori Sistem itu digunakan untuk menggambarkan aneka hubungan dalam sebuah penelitian dengan Structural Equation Method[6], maka :

Dalam model ini tampak bagaimana teori sistem itu bekerja. Basis causal relationship itu yang menyebabkan rangkaian hubungan antar elemen terjadi. Itupun, sekali lagi, sesuai dengan prinsip sistem bahwa ada dalam sebuah lingkungan, maka isolasi terhadap sistem dengan menciptakan system boundary atau batasan terhadap masalah perlu dilakukan.

Bila Teori sistem digunakan dalam Network Theory[7] maka :

Misal Jaringan Listrik atau Telephone

atau jaringan Distribusi/Transportasi

atau PERT (Program Evaluation and Review Technique) dan CPM (Critical path Method)

Yang terakhir, ini hoby saya ketika saya SMP/SMA, Tanpa memiliki pengetahuan terhadap transmitter circuit dan  modulation danm kemudian memodel  ke sistem, tidak mungkin saya bisa belajar dan membuat transmitter baik untuk keperluan komunikasi maupun broadcasting.

Model sirkuit diatas menjelaskan bagaimana elemen-elemen saling berhubungan untuk membentuk sebuah sistem independence dengan input listrik, menghasilkan output signal gelombang analog yang menghantarkan suara.  Bila dilihat prosesnya, hanya terjadi pada tabung yang mentransformasi input melalui G1i. Outputnya adalah plate.  Namun, ternyata proses yang terjadi pada tabung itu bukan hanya dari input G1 tetapi juga dari G2, filament yang memungkinkan sistem di tabung itu bekerja.

Maka, Teori Sistem adalah studi transdipsipliner mengenai sistem secara umum dengan tujuan untuk memberi gambaran mengenai prinsip-prinsip yang bisa diterapkan ke berbagai bidang riset dan berhulu ke General System Theory Bertalanffy.

____________________

  1. Wikipedia, System Theory []
  2. Littlejohn, S.W. (2001). Theories of Human Communication. Belmont, CA: Wadsworth/ Thomson Learning. []
  3. lihat pula: Birger Hjørland & Jeppe Nicolaisen, Epistemology and Philosophy of Science for Information Scientists, The Epistimological Lifeboat, http://www.iva.dk/jni/lifeboat_old/home.htm []
  4. Panarchy, Ludwig von Bertalanffy – The Passage From General System Theory, 1968, http://www.panarchy.org/vonbertalanffy/systems.1968.html []
  5. Stephen P Robins and Timothy A. Judge, Organizational Behavior,  Prentice Hall, 2009 []
  6. Duncan’s Introduction to Structural Equation Models and from William D. Berry’s Nonrecursive Causal Models []
  7. lihat pula Operations Research, Siswanto, Erlangga 2007 Bab 8, 10, dan 11 []