Time Series Models

Time Series Models

Model-model Runtut Waktu dibedakan menjadi dua kelompok besar. Pertama, model-model Runtut Waktu atau Time Series. Model ini menggunakan data masa lalu untuk mengestimasi keadaan yang akan datang. Dalam hal ini, seluruh kekuatan yang membentuk pola data masa lalu diasumsikan tidak berubah sehingga perilaku data dimasa yang akan datang diharapkan tdak banyak berbeda dari periode waktu yang digunakan sebagai dasar estimasi.

http://fe.uajy.net/fs/as/wp-content/uploads/2007/09/CB111.png

Trend, Cyclical, seasonal, Irregular

Kebutuhan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan lingkungan itu menjadi faktor pendorong bagi kelahiran berbagai model prediksi. Perubahan lingkungan yang mempengaruhi perubahan pola data dalam kurun waktu tertentu disederhanakan menjadi empat macam. Pertama pola kecenderungan yaitu data yang cenderung terus menerus menaik atau menurun; Ke dua pola musiman atau seasonal yaitu data yang cenderung selalu berubah dengan pola teratur sesuai musim; Ke tiga pola Siklikal atau cyclical yaitu data yang cenderung selalu berubah dengan pola teratur dalam jangka panjang, lebih panjang dari pola musiman; Ke empat pola yang tidak teratur atau irregular, yaitu data yang cenderung selalu berubah dengan pola yang tidak teratur dan cenderung sulit diduga atau diramalkan.  Oleh karena itu, model prediksi terus berkembang untuk menjawab masalah-masalah yang timbul sehingga banyak sekali variasi model prediksi yang ditemukan pada kedua kategori utama yaitu Runtut Waktu tersebut.

Secara teknis berbagai pengaruh tersebut diurai menjadi empat komponen yaitu:

  1. pengaruh kecenderungan atau trend
  2. pengaruh siklikal atau cyclical
  3. pengaruh musiman atau seasonal
  4. pengaruh takteratur atau irregular

Faktor-faktor yang mempengaruhi data Runtut Waktu

Data runtut waktu atau time series adalah fakta yang terjadi secara berurutan sesuai dengan runtut waktu. Fakta itu terjadi karena dipengaruhi oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Fakta penjualan atau permintaan sebuah produk suatu organisasi sebagai contoh, dipengaruhi oleh:

  • faktor internal
  • disain
  • kualitas
  • harga
  • pelayanan
  • manajemen
  • faktor eksternal pasar
  • persepsi konsumen
  • kompetisi dalam industri
  • produk pengganti
  • demografi
  • teknologi
  • faktor eksternal lingkungan
  • teknologi
  • peraturan pemerintah dan perundang-undangan
  • ekonomi
  • sosial
  • budaya

Tine sreies data atau  data runtut waktu menggunkan model-model prediksi dalam dua kelompok utama yaitu:

  1. Smothing models
  2. Curve fitting models

http://fe.uajy.net/fs/as/wp-content/uploads/2007/09/Time-series.png

Lihat pula page CB Predictor

Namun, ada data Time Series atau Runtut Waktu yang tidak bisa dijelaskan oleh empat komponen tersebt ataupun di prediksi dengan model -model Times Series karena menyangkut kebijakan politik negara atau aliansi yang bersifat sangat rahasia sehingga, disamping pola atau perilakunya sulit dideteksi juga kemunculannya sangat tergantung kepada keputusan elit tingkat tinggi. Harga minyak dunia seperti tertayang dibawah ini, disamping demand dan supply sangat mempengaruhi juga berbagai kebijakan politik dan   konflik Internasional bisa membuat harga minyak berfluktuasi.

http://fe.uajy.net/fs/as/wp-content/uploads/2007/09/Crude-Oil-Prices-2010-Dollars.png

Maka, mengamati sumber-sumber ketegangan politik dan konflik terutama di Timur Tengah tentu sangat membantu untuk memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi dan mempengaruhi harga minyak. Data di atas menunjukkan bahwa harga minyak sangat fluktuatif dan sensitif terhadap konflik di Timur Tengah sebagai penghasil minyak terbesar di dunia. Setelah Lybia dan Kadhafi dan sebelumnya Irak dengan Sadam yang ujung-ujungnya minyak, kini ketegangan baru di Suriah dan Iran dengan selat Hormuz. Seandainya  negara-negara Arab bukan penghasil minyak terbesar dunia, mungkin nasibnya akan lebih tenang apapun bentuk pemerintahannya seperti di negara-negara Afrika dan kawasan Pasifik.

Oleh karena itu, Rahakundini secara halus, karena tentu banyak yang masih disembunyikan,  telah membahas nasib Indonesia ke depan bila minyak di negara-negara Arab habis dan kaitannya dengan Darwin Deployment melalui tulisan “Agar Mare Pcificum Tetap Terjaga”.  Masalah sangat mendasar bagi Indonesia, sesuai dengan konstitusi, minyak adalah komoditi strategis yang menguasai hajat hidup orang banyak dan digunakan sebesarb-esarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, bukan komoditi bebas yang diperdagangkan di pasar bebas. Sedang negara-negara barat yang sangat membutuhkan  minyak memiliki ideologi berbeda. Gambar berikut menjelaskan bagaimana Pasal 33 itu tidak terlihat di lapangan sehingga jangan heran kalau APBN juga sensitif terhadap kenaikan harga minyak dunia..