Prediksi Bisnis atau Business Forecasting

Ketidakpastian  Masa Depan
Ketidakpastian dalam sebuah perjalanan akan memunculkan rentetan ketidakpastian lain yang akan menyita lebih banyak sumber-sumber yang tersedia. Maka, ketidakpastian dalam sebuah perjalanan merupakan hal yang ingin dihindari oleh siapapun agar tujuan perjalanan tersebut tercapai sesuai dengan arah yang telah direncanakan sebelumnya dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia sebaik mungkin. Apalagi bagi sebuah organisasi bisnis yang melibatkan demikian besar tanggung jawab baik secara sosial maupun ekonomi.

Masa depan adalah bagian dari perjalanan masa lalu. Apa yang terjadi di masa lalu akan menjadi tumpuan pijak perkembangan peradaban masa depan. Tidak ada masa lalu berarti tidak ada masa kini. Apa yang dilakukan masa kini akan berakibat pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, masa lalu menjadi pelajaran untuk mengetahui misteri masa depan yang harus terus menerus disibak untuk membuat masa depan menjadi lebih baik. Tanpa mengetahui masa lalu sebenarnya manusia tidak akan mengetahui tahu masa depan

MENGAPA GAMBARAN MASA LALU PENTING ?

Sesuai dengan harkat dan martabatnya, manusia membuat yang salah menjadi benar dan membuat yang tidak baik menjadi baik dan membuay yang sudah baik lebih baik lagi. Ini adalah hakekat hidup manusia yang akan selalu berusaha mewujudkan kesempurnaan dirinya. Kemajuan peradaban umat manusia pada dasarnya menjelaskan usaha tersebut.

Keinginan manusia untuk mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dipicu oleh keinginannya untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapinya. Dengan mempelajari perilaku hubungan sebab akibat variabel-variabel yang mungkin memicu kemunculan sebuah fenomena di masa lalu maka itu akan menjadi pengetahuan atau pengalaman untuk memperhatikan perilaku variabel-variabel tersebut agar mamapu untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya fenomena serupa dimasa yang akan datang. Bersiap-siap atau berjaga-jaga bila fenomena tersebut mengancam atau merugikan sambil mencari jalan keluarnya, atau menyongsong untuk memanfaatkan bila fenomena tersebut menguntungkan.

Salah satu contoh adalah upaya untuk menyibak misteri alam semesta yang dilakukan terus menerus. Pengetahuan masa lalu mengenai asal usul manusia dan asal-usul alam semesta akan memberi gambaran mengenai kemungkinan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Perkembangan ilmu pengetahuan telah menunjukkan konsistensi manusia untuk menyibak alam semesta dan lingkungannya. Berbagai proyek riset luar angkasa baik yang dilakukan oleh Eropa maupun Amerika seperti telescope Hubble dimaksudkan untuk menyibak misteri alam semesta dan bagaimana alam semesta pada awalnya terbentuk. Bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya dan akan menjadi apa adalah pertanyaan yang akan terus dicari jawabnya. Berbagai temuan dalam upaya untuk menyibak misteri alam semesta tersebut telah mengantar manusia pada pertanyaan-pertanyaan baru yang mengundang jawaban.

Sebelum ilmu pengetahuan berkembang di lingkungan akademik formal seperti saat ini, nenek moyang kita dalam upayanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya telah berupaya untuk menyibak misteri masa yang akan datang dengan cara memahami perilaku alam dan lingkungannya serta interaksi antara perilaku manusia dengan alam dan lingkungannya. Upaya untuk mengetahui hubungan sebab akibat ini kemudian memberi pelajaran mengenai pengalaman masa lalu melalui tanda-tanda alam untuk memperoleh pengetahuan yang berguna bagi kepentingan manusia untuk bercocok tanam atau berlayar.

Business Forecasting

KETIDAKPASTIAN MASA DEPAN

Ketidakpastian dalam sebuah perjalanan akan memunculkan rentetan ketidakpastian lain yang akan menyita lebih banyak sumber-sumber yang tersedia. Maka, ketidakpastian dalam sebuah perjalanan merupakan hal yang ingin dihindari oleh siapapun agar tujuan perjalanan tersebut tercapai sesuai dengan arah yang telah direncanakan sebelumnya dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia sebaik mungkin. Apalagi bagi sebuah organisasi bisnis yang melibatkan demikian besar tanggung jawab baik secara sosial maupun ekonomi.

Masa depan adalah bagian dari perjalanan masa lalu. Apa yang terjadi di masa lalu akan menjadi tumpuan pijak perkembangan peradaban masa depan. Tidak ada masa lalu berarti tidak ada masa kini. Apa yang dilakukan masa kini akan berakibat pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, masa lalu menjadi pelajaran untuk mengetahui misteri masa depan yang harus terus menerus disibak untuk membuat masa depan menjadi lebih baik. Tanpa mengetahui masa lalu sebenarnya manusia tidak akan mengetahui tahu masa depan

MENGAPA GAMBARAN MASA LALU PENTING ?

Sesuai dengan harkat dan martabatnya, manusia membuat yang salah menjadi benar dan membuat yang tidak baik menjadi baik dan membuay yang sudah baik lebih baik lagi. Ini adalah hakekat hidup manusia yang akan selalu berusaha mewujudkan kesempurnaan dirinya. Kemajuan peradaban umat manusia pada dasarnya menjelaskan usaha tersebut.

Keinginan manusia untuk mengetahui apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dipicu oleh keinginannya untuk mencari jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapinya. Dengan mempelajari perilaku hubungan sebab akibat variabel-variabel yang mungkin memicu kemunculan sebuah fenomena di masa lalu maka itu akan menjadi pengetahuan atau pengalaman untuk memperhatikan perilaku variabel-variabel tersebut agar mamapu untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya fenomena serupa dimasa yang akan datang. Bersiap-siap atau berjaga-jaga bila fenomena tersebut mengancam atau merugikan sambil mencari jalan keluarnya, atau menyongsong untuk memanfaatkan bila fenomena tersebut menguntungkan.

Salah satu contoh adalah upaya untuk menyibak misteri alam semesta yang dilakukan terus menerus. Pengetahuan masa lalu mengenai asal usul manusia dan asal-usul alam semesta akan memberi gambaran mengenai kemungkinan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Perkembangan ilmu pengetahuan telah menunjukkan konsistensi manusia untuk menyibak alam semesta dan lingkungannya. Berbagai proyek riset luar angkasa baik yang dilakukan oleh Eropa maupun Amerika seperti telescope Hubble dimaksudkan untuk menyibak misteri alam semesta dan bagaimana alam semesta pada awalnya terbentuk. Bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya dan akan menjadi apa adalah pertanyaan yang akan terus dicari jawabnya. Berbagai temuan dalam upaya untuk menyibak misteri alam semesta tersebut telah mengantar manusia pada pertanyaan-pertanyaan baru yang mengundang jawaban.

Sebelum ilmu pengetahuan berkembang di lingkungan akademik formal seperti saat ini, nenek moyang kita dalam upayanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya telah berupaya untuk menyibak misteri masa yang akan datang dengan cara memahami perilaku alam dan lingkungannya serta interaksi antara perilaku manusia dengan alam dan lingkungannya. Upaya untuk mengetahui hubungan sebab akibat ini kemudian memberi pelajaran mengenai pengalaman masa lalu melalui tanda-tanda alam untuk memperoleh pengetahuan yang berguna bagi kepentingan manusia untuk bercocok tanam atau berlayar.

Pemahaman mereka atas tanda-tanda alam tersebut telah memungkinkan mereka untuk mengetahui konstelasi bintang dan perilaku musim yang bisa menjadi pedoman arah berlayar atau memulai masa tanam agar arah pelayaran mereka lebih pasti dan demikian pula dengan harapan hasil panen yang lebih baik. Itulah sebabnya, mengapa filosofi, matematika dan ilmu pengetahuan alam yang berkembang lebih dahulu sejak ratusan tahun yang lalu. Manusia bertanya untuk menyibak misteri alam semesta agar bisa mencari jawab terhadap fenomena-fenomena yang dihadapinya dan kemudian diturunkan kedalam teori-teori agar bisa dipelajari. Sebagai contoh misteri dalil 3-4-5 Thales[1] dan piramida Mesir.

JALAN KELUAR UNTUK MEMECAHKAN MASALAH

Menurut Thomas Robert Malthus 1766-1834, tingkat pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat dibanding alat untuk mempertahankan pertumbuhannya akan memaksa pendapatan turun ke tingkat subsitence[2] Maka, Malthus menyarankan untuk memperlambat laju pertumbuhan penduduk. Kritik langsung bermunculan pada saat itu, dan hingga kini kita bisa melihat bagaimana wujud pemikiran Malthus lebih dari dua abad yang lalu, saat ini. Apa yang ditemukan dan diusulkan oleh Malthus telah menunjukkan bagaimana fakta masa lalu dan akibatnya pada masa yang akan datang sehingga upaya harus dilakukan agar keadaan menjadi lebih baik.

Dalam perkembangan kehidupannya, manusia selalu beradaptasi dengan sistem ingkungannya. Dalam proses adapatasi tersebut manusia akan selalu dihadapkan pada masalah pemenuhan kebutuhan. Mulai dari kebutuhan yang paling sederhana, yaitu untuk bertahan hidup, hingga kebutuhan untuk aktualisasi diri[3]. Maka, manusia mulai belajar untuk memecahkan masalah pemenuhan alat pemuas kebutuhan-kebutuhannya.

Seiring dengan perkembangan peradaban manusia maka proses belajar yang pada awalnya sangat lambat, semakin lama semakin cepat. Seperti tayangan pada Count down to Singularity, yang menjelaskan peranan teknologi dalam evolusi masyarakat, sejak kehidupan mulai hingga kemunculan personal computer perkembangan tersebut kelihatann dan akan baru kelihatan akansangat jelas bila ditala dengan sekala natural. Artinya, pada awalnya, proses evolusi itu sangat lambat namun semakin lama semakin cepat seiring dengan pertambahan kecerdasan manusia.

*) Gambar  dari Impact of Technology On Evolution Of Society, Wikipedia, History of technology, on line 04 August 2005, http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_technology, with the courtesy of Wikipedia.

Dengan demikian, sejarah perkembangan peradaban umat manusia telah memberi pelajaran bahwa dalam perkembangan peradaban itu sendiri melekat perubahan-perubahan yang sangat sangat dinamis dan bersifat saling mempengaruhi baik secara langsung maupun secara tidak langsung antar masing-masing sub-sistem atau elemen-elemennya sehingga perubahan sistem tersebut tidak mudah diprediksi atau ditentukan sebelumnya. Lihat gambar berikut, manusia adalah elemen yang menjadi aktor perubahan dalam sistem sosial yang sangat dinamis itu. Manusia berperanan sangat besar dalam tiga faktor yang saling berhubungan dan membuat masa depan sulit diprediksi, yaitu:

1. Perkembangan ilmu pengetahuan
2. Inovasi Teknologi
3. Perkembangan sistem sosial

*) Gambar latar belakang dari foto NASA, with the courtesy of NASA

Interaksi manusia dengan lingkungannya memunculkan pertanyaan-pertanyaan mengenai fenomena yang mereka hadapi. Pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana tersebut memunculkan ilmu pengetahuan yang menjawabnya. Seiring dengan pencarian jawab tersebut manusia berusaha untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi. Teknologi adalah alat yang mereka gunakan untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Mulai dari jaman Es hingga jaman Teknologi Informasi siklus itu terus terjadi dengan siklus yang semakin pendek. Inovasi teknologi yang berangkat dari ketersediaan sumber-sumber lingkungan ini kemudian mempengaruhi kehidupan manusia. Siklus ini terus berlangsung terus dan prosesnya semakin lama semakin cepat seiring dengan pertambahan kapasitas kecerdasan manusia untuk berpikir dan menyelesaikan masalahnya. Perkembangan ketiga faktor tersebut meskipun saling berkaitan namun tidak teratur sifatnya. Interaksi diantara ketiga faktor tersebut berakibat pada kemunculan ketidakpastian karena setiap stimuli dari salah satu faktor akan menghasilkan berbagai kemungkinan tanggapan yang bersifat acak. Ilmu pengetahuan yang mencari jawab atas pertanyaan mengapa dan bagaimana mungkin berubah menjadi bencana di tangan manusia. Besi yang ditemukan di Asia barat pada awalnya ditemukan sebagai alat bantu pertanian kemudian berubah menjadi senjata untuk membunuh di tempat lain. Einstein tidak pernah berpikir bahwa apa yang telah ia temukan akan digunakan oleh manusia untuk memusnahkan sebuah peradaban seperti dalam kasus Hiroshima dan Nagasaki.

Tiga tahap besar evolusi sosial menurut Morgan[4] yaitu savagery, barbarism, and civilization[5] yaitu api, senjata, dan gerabah di savage area, pemanfaatan binatang untuk pertanian dan penggunaan metal di barbarian area, dan aksara serta penulisan di civilization era. Tahapan Morgan ini menjelaskan bagaimana teknologi berperan dalam perkembangan peradaban manusia. Maka, manusia akan terus menerus mengeksplorasi alam dan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhannya yang sangat dinamis[6]. Inovasi teknologi mencoba untuk menjawab tuntutan manusia baik kebutuhan yang sudah tampak maupun yang masih berupa keinginan. Ilmu pengetahuan dan Inovasi teknologi akan terus berkembang dengan kecepatan eksponensial[7] untuk memberi solusi atas masalah yang dihadapi oleh manusia dan sekaligus menjadi tumpuan bagi perkembamgan teknologi baru. Seakan dunia ini tanpa batas seperti dijelaskan oleh Vernor Vinge dalam Technological Singularity[8] Lihat pula Peraga 1.1. dimana interaksi antara perubahan sosial dengan kemajuan teknologi akan menghasilkan temuan-temuan baru dan inovasi teknologi berkelanjutan, ibarat bola salju yang akan terus menggelinding semakin besar. Meskipun berangkat dari latar belakang yang berbeda, namun baik Morgan maupun Vinge menjelaskan hal yang sama yaitu perihal perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi yang semakin pesat karena perkembangan otak manusia sebagai akibat interaksi antara perubahan sosial dan perkembangan teknologi dapat dilihat dari perspektif tiga tahap perkembangan teknologi

Dalam hal ini, ketidakpastian tersebut akan tereliminasi ketika dimensi waktu lebih pendek dan menyangkut dominasi teknologi. Hal ini dimungkinkan karena teknologi merupakan sebuah sistem yang lebih determisnistik sifatnya. Berbeda dengan dominasi sosial yang rumit dan pelik sehingga dimensi waktu yang lebih panjang akan membawa akibat pada ketidakpastian yang semakin besar.

Meskipun sulit diprediksi, bagaimanapun juga, gambaran masa depan yang merupakan buah interaksi dinamis antara manusia dengan peradaban baru hasil ciptaannya dibutuhkan meskipun harus disadari adanya unsur ketidakpastian yang menyertainya. Justru gambaran mengenai masa depan itu adalah upaya mereka untuk mengurangi ketidakpastian tersebut. Maka, berbagai cabang ilmu pengetahuan baru berkembang, berbagai penelitian dilakukan dan berbagai model serta teknik untuk menyibak misteri masa depan terus dikembangkan sehingga muncul ilmu pengetahuan mengenai Forecasting. Yang merupakan bagian dari Future Research[9] atau penelitian mengenai masa yang akan datang. Berbagai kajian mengenai apa yang akan terjadi di masa yang akan datang terus dilakukan, demikian pula dengan metoda dan pendekatannya.

KAJIAN MASA DEPAN DAN PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN

Kajian masa depan dapat membantu manusia untuk menggambar posisi masyarakat saat ini secara sosial, teknologi, dan budaya (estetika termasuk dalam budaya). Pendekatan dengan kajian-kajian ilmiah yang digunakan untuk melihat masa depan yaitu research-experimental, descriptive, dan histortical[10] akan lebih memberi jaminan mengenai kebenaran kajian tersebut. Oleh karena itu, posisi saat ini mungkin menjelaskan posisi di masa yang akan datang berdasar kecenderungan-kecenderungannya dan berdasar berbagai metoda serta pendekatannya.

Disamping itu, kajian mengenai masa depan juga akan memungkinkan manusia untuk menyadari segala konsekuensi dari tindakannya, membuka gagasan mengenai sistem nilai dan pandangan-pandangan positif untuk menciptakan dunia yang lebih baik, mendorong manusia untuk bersikap dan bertindak secara sadar dan bertangungjawab. mendorong manusia agar secara proaktif menciptakan masa depan yang lebih baik

Jadi, kajian mengenai masa depan juga akan menumbuhkan kesadaran mengenai kemungkinan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang apabila sesuatu dilakukan atau tidak dilakukan dimasa sekarang.

Pembuatan keputusan berkaitan dengan pemikiran, gagasan, dan harapan mengenai masa depan. Pembuatan keputusan dan kajian masa depan terkait erat. Kajian masa depan merupakan sebuah pilihan untuk mengetahui gambaran mengenai masa depan secara ilmiah; sedang perencanaan adalah proses manajemen untuk memikirkan tindakan dan kegiatan yang akan dilakukan dengan menggunakan logika, metoda, dan ilmu pengetahuan untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Meskipun demikian, disadari pula bahwa perencanaan berdasar gambaran masa depan hasil kajian itu juga belum tentu benar apalagi kalau dimensi waktunya semakin panjang.

Kajian mengenai masa depan adalah kajian yang sistematik untuk meneliti dan mempelajari sistem yang dinamis, pelik dan rumit tersebut dan terdiri dari berbagai rangkaian sub-sub sistem yang saling mempengaruhi; dari yang paling mungkin diduga sebelumnya hingga ke yang paling sulit diduga kemungkinannya. Oleh karena itu, pendekatan multidispliner dari berbagai bidang ilmu pengetahuan diperlukan untuk menyibak hubungan yang terjadi antar elemen sistem dan perilakunya guna memperoleh gambaran mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Jadi, di dalam proses perencanaan dimana pembuatan keputusan bersifat hakiki, kajian masa depan mutlak diperlukan

Ketidak pastian mengenai gambaran masa depan dapat dikelompokkan menjadi[11]

  1. Dapat terjadi di masa depan
  2. Kemungkinan terjadi di masa depan
  3. Dikehendaki terjadi di masa depan.

Tiga kemungkinan tersebut adalah realita proyeksi masa depan, apakah itu baik atau buruk, sebagai hasil dari interaksi dinamis, pelik , dan rumit masing-masing sub-sistem masa sebelumnya. Dengan kata lain, perubahan yang saling terkait antar elemen didalam sistem dan menghasilkan berbagai kemungkinan adalah norma, sehingga perspektif holistik dan sistem dibutuhkan untuk melihatnya.

Tiga kemungkinan tersebut juga menjelaskan sampai sejauh mana manusia sebagai mahluk hidup yang paling potensial untuk mengendalikan perubahan secara proaktif dan berusaha untuk mewujudkan gambaran masa depan yang dikehendakinya. Maka, semakin besar peran manusia untuk mengendalikan masa depan semakin besar peluang untuk mewujudkan masa depan seperti yang di-idamkan. Sebaliknya, semakin kecil peranan manusia dalam menentukan masa depan maka interaksi elemen-elemen lain yang akan menentukan masa depan.

Keterbatasan untuk memahami kerumitan hubungan antar elemen didalam sistem yang dinamis tersebut akan membuat arah perubahan tidak terkendali atau tidak terbayangkan sebelumnya. Bila muncul sebuah kecenderungan destruktif seperti penebangan pohon-pohon didataran tinggi, penggundulan wilayah yang terjadi didataran tinggi, maka sebagai konsekunsi logis hukum alam, kerusakan-kerusakan tersebut akan menyebabkan berbagai kerusakan berantai didaerah hilir, termasuk dampak ikutan terhadap produksi oksigen dan kesehatan lingkungan serta hilangnya berbagai plasma nuftah yang belum pernah diteliti dan pasti akan mempengaruhi mata rantai kehidupan organisme yang lain. Kerusakan ini dapat diduga sebelumnya dan diyakini dapat terjadi sebagai konsekuensi logis hubungan sebab akibat. Contohnya sangat panjang dan fakta telah tergelar di depan mata, namun tampak bahwa apa yang melekat dalam keputusan individu adalah cermin dari distorsi pembuatan putusan sosial politik[12]

Maka, pengetahuan yang beragam dan multidisipliner serta menggunakan metodologi yang melibatkan sisi kuantitatif otak kiri serta sisi kreatif dan visioner otak kanan itu akan membantu manusia untuk memahami kerumitan hubungan antar elemen-eleman didalam sistem yang dinamis tersebut sehingga secara proaktif bisa ikut mengendalikan arah perubahan. Bila arah perubahan negatif maka diusahakan agar menjadi positif, bila arah perubahan positif maka diusahakan agar menjadi lebih sempurna. Ini adalah titah mulia manusia seperti disain awal keberadaanya.

Berikut adalah metodologi untuk mempelajari perubahan dan masa depan menurut Linda Groff & Paul Smoker:

  • Trend Extrapolation
  • Dynamic Systems Analysis and Computer Modeling:
  • Simulations and Games:
  • Cross Impact Analysis
  • Technological Forecasting
  • Technological Impact Assessment
  • Environmental Impact Assessment
  • Social Impact Assessment
  • Delphi Polls of Experts
  • Futures Wheels
  • Scenarios
  • Science Fiction
  • Intuition & Intuitive Forecasting
  • Experiments in Alternative Lifestyles
  • Social Action to Change the Future
  • Short, Medium, and Long Range Planning
  • Relevance Trees
  • CERT/CPM Analysis

Bila kajian yang sistematik ini digunakan untuk menganalisis persaingan dalam industri maka hasil kajian ini akan menghasilkan informasi berharga mengenai bisnis dan lingkungannya termasuk kekuatan dan kelemahan pesaing-pesaing. Informasi berharga ini akan membantu para pembuat keputusan untuk melihat peluang-peluang bisnis dan ancaman-ancaman bagi bisnis mereka, yang ada sekarang maupun potensial.

PADANAN BUSINESS FORECASTING

Ada beberapa definisi mengenai forecasting. Sebagai misal Problematics[13] forecasting adalah proses untuk mendeteksi pola yang akan datang apakah berupa siklus, asosiasi, atau analogi berdasar pada intuisi dan critical judgment. Atau, The Free Dictionary[14] yang mengatakan bahwa forecasting adalah proses menghitung dan memprediksi kejadian-kejadian yang akan datang, biasanya didasarkan pada ekstrapolasi masa lalu dengan berbagai tingkat ketidakpastian. Juga, Meriem Webster Dictionary[15] forecasting adalah proses untuk memprediksi beberapa kejadian atau kondisi yang akan datang atau mengindikasikan kemungkinan-kemungkinan yang paling mungkin terjadi, biasanya merupakan hasil dari sebuah proses mempelajari dan menganalisis data yang tersedia dan relevan. Selanjutnya, Intec[16] membuat kategori forecasting berdasar ketersediaan data yaitu Ultimate Usage Method bila data tidak tersedia, dan Historical Data bila data tersedia. Namun, Moris[17] yang mendefinisikan Forecasting sebagai estimasi terhadap situasi yang belum diketahui, membedakan antara Predicting dengan Forecasting dimana PredictingForecasting. Jadi, diantara berbagai definisi mengenai ForecastingForecasting lebih sempit karena hanya menyangkut data runtut waktu saja, sedang Predicting lebih luas karena gambaran mengenai masa depan bukan hanya digambarkan melalui data runtut waktu malinkan juga data lain. dipandang mempunyai pengertian yang lebih luas karena menyangkut estimasi data bukan hanya data runtut waktu seperti tersebut Moris menyatakan bahwa pengertian

Untuk membuat padanan kata Forecasting dalam bahasa Indonesia, marilah kita melihat ke kamus Besar Bahasa Indonesia. Yang pertama, peramalan adalah melihat, menelaah, atau menduga keadaan yang akan terjadi[18]. Ke dua, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadarminto[19], ramal sebagai kata dasar peramalan lebih berkaitan dengan upaya melihat masa depan bukan melalui kajian yang sistematik dan bisa dengan mudah dipahami, misal Primbon, Nujum, atau melihat nasib orang. Di sisi yang lain, kalau kita melihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prediksi bisa juga berarti peramalan atau prakiraan dalam prakiraan cuaca. Padahal, dalam dunia bisnis, lingkungan bisnis dipengaruhi oleh lebih banyak faktor baik yang dapat dikendalikan seperti lingkungan internal organisasi yang cenderung lebih mudah dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan yaitu lingkungan eksternal organisasi seperti masyarakat, teknologi, pemerintah, budaya, ekonomi, politik, dll. Masing-masing lingkungan eksternal tersebut, sebagai variabel-variabel yang mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung, disamping belum tentu mempunyai perilaku yang sama di masa mendatang juga belum tentu bisa dijelaskan secara sederhana dengan melihat perilaku masa lalunya berhubung interaksi diantara variabel-variabel tersebut terlalu rumit dan pelik untuk bisa dimodel. Disamping itu, kerancuan akan terjadi apabila kata meramal dalam meramal nasib orang dimaknai sepadan dengan kata meramal dalam meramal operasi bisnis. Yang terakhir, faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi bisnis cenderung dipahami sebagai diprediksi dibanding diramal misal prediksi ekonomi dan bukan ramalan ekonomi.

Prakiraan cuaca untuk padanan Weather Forecast sebagai misal, The New Orleans/Baton Rouge National Weather Service Office[20] merupakan contoh sejarah kantor prakiran cuaca terlama dibanding Weather Service Forecast Office yang lain di Amerika. Kantor prakiraan cuaca ini didirikan pada 4 October 1870 oleh Army Signal Corps of the United States Army. Tujuannya adalah untuk mengetahui keadaan alam dan cuaca seperti temperatur yang bisa turun hingga dibawah nol berajat dan tornado yang telah menghancurkan kehidupan. Dalam Weather Forecast, tekanannya adalah pada kajian data masa lalu yang runtut waktu untuk mengetahui kemungkinan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Maka, prakiraan cuaca digunakan untuk mengganti ramalan cuaca sebagai padanan dari weather forecast.

Apabila kita melihat kembali definisi Moris yang membedakan antara Predicting yang mempunyai pemaknaan lebih luas dari Forecasting karena sifat kajian dan data yang digunakan maka padanan kata Business Forecasting lebih tepat ke Prediksi Bisnis dibanding Peramalan Bisnis. Sebagai tambahan, prediksi bisnis bersifat eksploratif yang menjelaskan kecenderungan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang berdasar kajian data di masa lalu. Padahal, penetapan masa depan dari sebuah operasi bisnis, yang berupa cita-cita atau gegayuhan untuk diwujudkan, bukan hanya membutuhkan data runtut waktu yang akan digunakan untuk mengetahui kemungkinan yang akan terjadi di masa depan namun juga data lain baik data internal maupun data eksternal, baik data primer maupun data sekunder agar cita-cita atau gegayuhan itu realistik dan menumbuhkan semangat bersama untuk mewujudkannya.

Maka, kata prediksi juga dimaknai sebagai usaha untuk mengkaji kegiatan-kegiatan organisasi yang memungkinkan gegayuhan terwujud. Karena gegayuhan organisasi itu bersifat normatif sebagai reaksi atas hasil kajian yang bersifat eksploratif, maka dalam buku ini, Prediksi Bisnis dimaknai sebagai padanan untuk Business Forecasting. Dengan demikian,

Prediksi Bisnis adalah sebuah proses observasi, analisis data, dan kajian sistematik terhadap kecenderungan masa lalu yang akan menghasilkan pedoman-pedoman untuk mengurangi ketidakpastian mengenai situasi atau kondisi di masa yang akan datang.

——————————

  1. Sschool of Mathematics and Statistics, University of St Andrews, Scotland, Biography of Pythagoras (569BC-475BC) ,  http://www-history.mcs.st-andrews.ac.uk/Biographies/Pythagoras.html []
  2. Dr. Roger A. McCain, Malthus’s Law, on line Jan 28, 2007, http://library.thinkquest.org/23678/malthus.html ; Diminishing Return, on line Jan 28, 2007, http://william-king.www.drexel.edu/top/Prin/txt/MPCh/firm6.html (1798) []
  3. Huitt, W. (2004). Maslow’s hierarchy of needs. Educational Psychology Interactive. Valdosta, GA: Valdosta State University. Retrieved March 5, 2007 from, http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/regsys/maslow.html []
  4. E-museum, Minnesota State University, Mankato, Lewis Henry Morgan, on line 21 August 2005, http://www.mnsu.edu/emuseum/information/biography/klmno/morgan_lewis_henry.html []
  5. Wikipedia, Impact of technology on evolution of society, on line 04 August 2005, http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_technology []
  6. Carl Mitcham, Thinking through Technology: The Path between Engineering and Philosophy, (University of Chicago Press, 1994). 397 pp. ISBN 0-226-53198-8 dalam Stephen Jones, The Centre for Society, Technology and Values, University of Waterloo, December 1999, on line 31 December 2003, http://cstv.uwaterloo.ca/reviews/mitcham.html []
  7. Ray Kurzweil dalam Technological Singularity, Kurzweil’s law of accelerating returns, on line 18 August 2005, http://en.wikipedia.org/wiki/Technological_singularity []
  8. Vernor Vinge, The Coming Technological Singularity,  on line 20 August 2005, http://www.ugcs.caltech.edu/~phoenix/vinge/vinge-sing.html. Michael Anissimov, What is the Technological Singularity?, WiseGeek, on line 20 August 2005, http://www.wisegeek.com/what-is-the-technological-singularity.htm; David Victor de Transend, The Singularity, Godling’s Glossary, on line 20 August 2005, http://www.aleph.se/Trans/Global/Singularity/; Hans Moravec , Simple Equations for Vinge’s Technological Singularity, February 1999, on line 20 August 2005, http://www.frc.ri.cmu.edu/~hpm/project.archive/robot.papers/1999/singularity.html; Wikipedia, Technological singularity, on line 18 August 2005, http://en.wikipedia.org/wiki/Technological_singularity []
  9. Minnesota Futurists, Futurist Dictionary, http://www.mnfuturists.org/IndexLinkPages/Glossary.html, on line 18 November 2003 []
  10. Kerry M. Joels, Curator, Future Studies National Air and Space Museum, on line http://vesuvius.jsc.nasa.gov/er/seh/future.html []
  11. Dr. Linda Groff & Dr. Paul Smoker, INTRODUCTION TO FUTURE STUDIES, on line 21 June 2004, http://www.csudh.edu/global_options/IntroFS.HTML []
  12. Skumanich and Silbernagel, Foresighting Around the World, on line 05 March 2005, http://www.seattle.battelle.org/Services/ES/foresite/ch02.htm#21 []
  13. Problematics, Forecasting, http://www.problemistics.org/courseware/toolbook/anticipation.html, on line 19 October 2003 []
  14. The Free Dictionary, http://www.thefreedictionary.com/forecasting, on line 13 October 2003 []
  15. Merriem Webster-Dictionary, http://www.m-w.com/cgi-bin/dictionary?book=Dictionary&va=forecasting, on line 18 October 2003. []
  16. Intec, Forecasting, http://www.work-order-software.com/based-on-two-forecasting-methods.asp, on line 30 November 2003 []
  17. Moris, Forecasting Dictionary, http://morris.wharton.upenn.edu/forecast/dictionary/defined%20terms.html#F []
  18. Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi 3, Balai Pustaka 2002 []
  19. Poerwadarminto W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka 1984 []
  20. . National Wheater Service Office, NWSFO New Orleans Baton Rouge Station History, http://www.srh.noaa.gov/lix/html/history.htm. on line 18 October 2003 []