Electric Vehicles

Banyak yang menganggap bahwa kemunculan Electric Vehicle atau EV baru diabad milineum ini, terutama mungkin karena dipicu oleh isu lingkungan dan enerji. Padahal, sebenarnya EV telah mulai dikembangkan sejak lebih dari satu abad yang lalu, yaitu sejak 1890, bahkan telah mendahului sejarah kendaraan dengan mesin uap. Inggris dan Perancis adalah negara-negara yang pertama kali mengembangkan EV sebelum akhir 1800 an.

 

http://fe.uajy.net/fs/as/wp-content/uploads/2007/09/edison1.pngSejarah perkembangan ilmu pengetahuan yang terus menerus memicu berbagai inovasi teknologi sejak Benjamin Franklin menaikkan layang-layang listrik dan eksperimen listrik dan magnit oleh Michael Faraday serta temuan battery oleh Allesandro Volta , telah membidani kelahiran EV. Upstream innovation chain trersebut merupakan paduan antara rangkaian perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi selama ratusan tahun. Oleh karena itu rangkaian temuan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi yang menunjang inovasi teknologi Electric Vehicle adalah kuncinya. Kini, bahkan telah ditemukan battery Ltithium-Ion dengan ukuran biasa namun dengan kapasitas 1000-1500 Amp/h dan bisa di-isi kembali hanya dalam waktu satu jam.

Pada tahun 1897, aplikasi secara komersial EV di Amerika adalah sebagai taxi di New York. Meskipun demikian, untuk penggunaan personal juga berkembang. Namun karena aplikasi mesin uap dibidang transportasi masa dan temuan-temuan di bidang motor bahan bakar serta perkembangan penggunaan jalan raya maka research and development dan berita dibidang EV agak tersisih. Perkembangan jalan raya di Amerika dan supply otomotif yang semakin comfortable membuat EV tidak terdengar lagi pada sekitar 1935 an.

Ketika krisis ernerji mulai dirasakan dan bersamaan dengan isu pemanasan global serta clean environment merebak, pada tahun 1960 an EV muncul kembali sebagai sebuah alternatif

 

Meskipun, sebenarnya kereta api listrik juga termasuk dalam kategori EV dan tidak pernah hilang sejak kemunculannya, dan tetap ada dan berkembang diberbagai belahan dunia. Mungkin, kereta api listrik itu adalah benang merah perkembangan EV. Sejak jaman penjajahan Belanda, Trem listrik itu sudah beroperasi di Jakarta sebagai kendaraan umum. Jabotabek juga dihubungkan dengan kereta listrik sebagai angkutan umum masal. Di berbagai negara di Eropa dan beberapa bagian di Australia, trem listrik itu juga masih berfungsi hingga kini

Namun demikian, bukan berarti research and development serta inovasi dibidang EV untuk kendaraan atau keperluan personal berhenti sama sekali. Neighbor Electric Vehicle atau NEV yang di Amerika disebut juga sebagai LSV atau Low Speed Vehicle dengan kecepatan sekitar 25 miles per jam juga mulai berkembang ketika isu clean environment mulai merebak dan enerji tak terbarukan semakin mahal. Apa yang akan terjadi kalau minyak per barell $100.00 seperti saat ini? Inovasi teknologi di bidang battery, motor, dan disain terus berlangsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yaitu kendaraan yang tepat pakai. NEV jauh lebih murah, baik dari sisi harga, biaya operasi, maupun perawatannya, dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar karena komponennya yang jauh lebih sederhana. Yang tidak kalah pentingnya adalah tidak mencemari udara dengan gas buangannya dan mengurangi sumbangan terhadap pemanasan global.

DC Motor, Controller, dan Battery adalah tiga komponenen utama untuk EV. Bandingkan dengan kendaraan berbahan bakar yang menggunakan sistem transmisi kecepatan, sistem pengubah enerji bahan bakar menjadi enerji mekanik, dan berbagai komponen elektrik untuk mengendalikan mesin.

 

 

Sistem utama Kendaraan Bahan Bakar Sistem Utama Kendaraan Elektrik (EV)
  • Tangki bahan bakar
  • Sistem mesin penggerak
  • Sistem transmisi
  • Starter system
  • Sistem pendingin mesin
  • Muffler system
  • Battery
  • Controller
  • Motor Penggerak

Maka, perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi di ketiga komponen tersebut tentu akan sangat mempengaruhi perkembangan inovasi EV.

 

 

 

 

Mungkin banyak yang merasa skeptis dengan manfaat dan perkembangan EV. Namun, dengan memperhitungkan bisa mengisi enerji dimanapun yang ada enerji listrik maka sebenarnya masa depan EV sangat cerah. Perkembangan lebih lanjut dari NEV atau Neighbor Electric Vehicle adalah Urban Electric Vehicle atau UEV. Dari namanya terlihat penggunaannya. Maka, kecepatan, daya jangkau dan disain adalah perbedaan utama UEV dari NEV. UEV bisa mencapai kecepatan 60 miles/hour (highway di Amerika minimum 55 miles/hour dan max 65 miles/hour) dengan daya jangkau 50 miles untuk pengisian kembali battery-nya. Artinya, cukup untuk pulang pergi ke tempat kerja di wilayah Jogja.

http://fe.uajy.net/fs/as/wp-content/uploads/2007/09/20050511meb1.jpg

Mitsubishi telah mengeluarkan jenis Colt EV pada 2005. Seperti ke khasan sebuah EV, komponen utamanya adalah Motor, Battery, dan Controller. Perhatikan betapa sederhananya komponen sebuah EV dibanding kendaraan yang berbahan bakar. Disamping itu, penggunaan Lithium-ion battery telah memungkinkan daya jelajahnya semakin tinggi dan hanya dibutuhkan waktu pengisian kembali yang tidak lama, dibanding jenis battery konvensional.

Yang terakhir, penggunaan the in-wheel motor dua buah di roda belakang memungkinkan pengendalian sempurna untuk masing-masing roda penggerak. Masalah sinkronisasi kecepatan antar putaran roda pada saat belok juga terpecahkan secara elektronik. Colt EV bisa membawa 5 orang dengan kecepatan maksimum 150 km/jam dan daya jelajah 150 km. Untuk urusan pergi ke kantor atau memutari kota seharian seperti Jogja sudah sangat mencukupi dan sekaligus menjawab tantangan lingkungan mengenai polusi, kebisingan, dan global warming.

Kalau harga mobil ini tidak mahal, atau paling sedikit ada insentif dari pemerintah dan badan-badan dunia dalam rangka penyelamatan bumi, maka permintaan dari kalangan mereka yang sadar akan masalah lingkungan dan kesejahteraan hidup bersama serta mereka yang memiliki daya beli tidak tinggi tentu akan menjadikan EV atau SEV sebagai sebuah alternatif kendaraan. Bagi yang mampu mungkin akan menjadikan EV sebagai NEV atau SEV. Namun, kadang projo bangsa ini masih tinggi, meskipun sering mengkritik atau menggunakan kata-kata feodal untuk mengkritik. Kita lihat saja bagaimana mobil-mobil diparkir di kantor, kampus, atau mall. Berapa bahan bakar dan opportunity costnya telah dikorbankan. Seandainya saja, Gubernur dan sekaligus Sultan Jogja serta kerabat Kraton bersedia menjadi contoh untuk menggunakan EV sebagai kendaraan harian di Jogja, baik NEV atau SEV, maka niscaya Jogja akan bisa memulai untuk ikut dalam penyelematan bumi dan penyelematan bangsa dari krisis enerji secara nyata. Supply chain maintenance untuk EV jelas akan memunculkan banyak potensi di Jogja ke permukaan. Mungkin dengan menggandeng beberapa pengusaha Jogja untuk menjadi dealer bagi EV dan membuat policy bagi Bupati, Walikota dan Eselon tertentu untuk menggunakan EV sebagai kendaraan ke kantor, maka pull demand akan terjadi.

sumber: Mitsubishi Motors, Mitsubishi Motors to drive forward development of next-generation EVs, on line 2 Dec 2007, http://media.mitsubishi-motors.com/pressrelease/e/corporate/detail1269.html

Proyeksi perbandingan antara EV dengan kendaraan biasa yang menggunakan enerji tak terbarukan di masa yang akan datang semakin menunjukkan bahwa EV memang akan menjadi sebuah pilihan. Inovasi teknologi akan selalu hadir untuk menjawab kebutuhan manusia guna mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik.

http://fe.uajy.net/fs/as/wp-content/uploads/2007/09/Compare1.png

 

Dimasa yang akan datang, EV akan semakin dilirik ketika kesadaran akan masalah lingkungan semakin membesar seiring dengan semakin mahalnya enerji tak terbarukan. Cortez High School adalah sebuah contoh bagaimana generasi muda mulai menjawab tantangan sesuai dengan kebutuhan jaman. Mereka berlomba dalam racing dengan EV. Seandainya saja di Indonesia, komponen-komponen battery, dan motor tersedia niscaya generasi muda Indonesia tidak mungkin tinggal diam. Komponen untuk controller sudah banyak tersedia di pasar. Masalahnya, disamping komponen-komponen motor dan battery yang tidak tersedia dan seandainya tersedia harganya sangat tidak manusiawi juga lingkungan yang serba instan dan dunia gemerlap lebih membius mereka untuk menjadi generasi short cut.

Tetapi dunia gemerlap dan inovasi EV tidak harus dipertentangkan, seperti tampak dalam inovasi anak-anak muda dengan Porsche mereka. Banyak sekali High School dan Universitiy yang telah mengkonversi kondaraan konvensional menjadi EV dan sering melakukan perlombaan. Lihat sebagai misal

http://www.geocities.com/mideaa/links.html#High%20School%20and%20University

http://youtube.com/watch?v=a399fIxp9-E