Excel – Chart

Terinspirasi oleh Pak Nirwan chief auditors and his Gank dan diskusi dengan Fauziah dari Pertamina  Learning Center, saya karena semangat NKRI tergelitik untuk memposting apa yang menjadi isu diskuasi. Saya berharap, dengan posting ini kalau ada pertanyaan terutama dari the Gank atau Fauziah bisa dialamatkan melalui kolom comment yang tersedia.

Pertama kali harus dipahami bahwa teknologi digital telah memungkinkan lahirnya disiplin ilmu baru yaitu Cognitive Science. Dengan multimedia, paparan ide  atau gagasan, atau analisis menjadi lebih mudah dan cepat dilakukan dan dipahami. Excel, salah satu dati program Microsoft Office telah mengembangkan dirinya secara luar biasa untuk menangkap kehendak pengguna untuk mempfresentasikan ide, datan, atau hasil analisiya menjadi lebh menarik dan mudah dan cepat dipahami.

Yang ke dua, harus dipahami bahwa Exel dikenal sebagai spread sheet dimana data dituangkan ke dalam format matrix dimensi X yang mewakili obyek yang diobservasi  dan dimensi Y yang mewakili parameter yang diobservasi, atau sebaliknya karena dalam konfigurasi data keduanya bisa saling dipertukarkan.  Data dalam format character tersebut kemudian bisa langsung dituangkan kedalam Bagan atau Chart, atau akan dianalisis lebih dahulu dan kemudian hasilnya bafru dituangkan ke dalam Bagan atau Chart.

Yang ke tiga, harus dipahami pilihan Chart atau Bagan itu tidak lepas dari tujuan dan audience yang membutuhkan. Oleh karena itu, hal penting apa yang hendak disajikan dan siapa yang membutuhkan. Setiap layer dan fungsi organisasi tentu mempunyai kepentingan yang berbeda. Lihat pula Organisasi dan Manajemen. Dalam hal ini, kreativitas dan pemahaman terhadap siapa yang membutuhkan dan pesan apa yang hendak disampaikan sangat perlu diperhatikan. Dalam kolom ini hanya akan dibahas  Spider, Tornado, dan Sensitivity Analysis. Crystal Ball dan Forecasting akan dibahas dalam kolom berbeda.

Bagaimana seandainya ingin menampilkan hasil analisis perusahaan-perusahaan yang sedang diobservasi, akan dibeli atau diakuisisi, atau bisa juga unit bisnis  korporasi. Dasarnya adalah rational decision making. Gampang, tinggal dibayangkan sebuah Matrix yang akan menjelaskan hubungan antara Obyek dan Parameter yang direpresentasikan ke dalam nilai yang sama misal moneter, persentase, dsb.

SPIDER ATAU RADAR CHART

Nama Spider atau Radar bisa dipahami secara sederhana sebagai layar radar atau jaring laba-laba. Bagan ini bermanfaat untuk menyajikan data atau informasi yang memberi gambaran mengenai perbandingan elemen-elemen dari dua atau lebih obyek yang hendak diperbandingkan.

Di  sebelah ini adalah bagan Radar atau Spider tentang  Human Development Index Indonesia.atau HDI, yang dikeluarkan oleh Global Competition Index. Bayangkan bagan tersebut seperti sarang laba-laba. Ada 12 parameter yang diperhitungkan dan menggunakan metodoogi tertentu. Satu papaan ke dua belas parameter tersebut ke dalam Bagan Radar atau Spider menjadi lebih mudah di pahami secara visual dibanding data tersebut di tayangkan dalam format matrix atau tabel numerik atau angka.

Tujuan pembuatan atau pemilihan bagan ini adalah untuk memberi gambaran kepada sasaran tertentu seperti analis dan pembuat kebijakan mengenai kondisi HDI Indonesia dan bagaimana posisinya dalam Range of Development yang bisa dibandingkan aple to aple dengan negara lain  secara global dan segera bisa dilihat dimana kekurangan dan kelebihan setiap negara. Sebagai Pembanding, Zwitzerland dengan Index of Development 3 pada posisi Innovation driven adalah sebagai berikut:

Dengan melihat Stage Development Index Zwitzerland pada posisi tertinggi, yaitu 3, maka segera bisa dilihat dimana kekurangan Indonesia.  Market size Zwitzerland jelas jauh lebih kecil dari Indonesia namun seluruh 11 elemen yang lain seperti Innovation, Technology readiness, Infrastructur, Health and Primary Education, Higher education and trainning, dll.,  jauh lebih rendah. Inilah tantangan bagi Indonesia. Sayang, masih sering banyak yang salah memahami HDI seakan-akan HDI hanya menyangkut pembangunan manusia terutama Pendidikan.

Bila sebagai misal tujuan bagan tersebut adalah membandingkan Indonesia aple to aple dengan negara-negara  BRIC atau  Brazil, Russia, India, China, atau bahkan Zwitzerland maka tinggal menambahkan atau melibatkan data BRIC dan Zwitzewrland ke dalam data range. Semudah itu.

Untuk membuat Spider atau Radar Chart :

  1. Tuangkan data ke dalam matrix di lembar Excel, seperti telah diuraikan di atas
  2. Blok dengan cursor seluruh data termasuk header row dan column
  3. Klik Insert kemudian pilih  Other Chart lalu pull down dan pilih Radar Chart.
  4. Di layar akan segera terpampang bagan yang dikehendaki

Excel, pada dasarnya, tidak membatasi jumlah obyek atau parameter yang diobservasi. Namun, bagaimanapun juga ada estetika dan efektifitas yang selalau menjadi kendala. Terlalau banyak mungkin malah membingungkan dan tujuan tidak tercapai, sebaliknya terlalu sedikit akan tidak berarti apa-apa sehingga tujuan juga tidak tercapai. Maka, penting untuk selalu diingat mengenai tujuan  dan siapa audience.

TORNADO CHART

Nama Tornado bisa dengan cepat diasosiasikan dengan angin Tornado yang sering melanda Amerika. Artinya, bentuk Bagan atau Chart itu kira-kira menyerupai atau tergambar seperti bentuk tornado itu, yaitu berupa gumpalan angin memutar spiral .

Agak berbeda dengan Spider atau Radar Chart, Tornado chart pada dasarnya menggunakan Bar Chart yang dimanipulasi sehingga gambar berubah dari Bar Chart menjadi bentuk Tornado. Karena manipulasi untuk tujuan tertentu, maka berbagai alternatif manipulasi bisa dilakukan sesuai dengan tujuan.

Bagan disebelah ini  adalah Bar Graph tentang  % Chenge of Indonesian  Crude Oil Production dari tahun 1985 sampai dengan 2006, data dari Index Mundi.  Data tersebut menjelaskan perubahan produksi dalam persentase sehingga ada perubahan positif artinya bertambah dan negatif yang berarti berkurang. Oleh karena itu, penggunaan Bar Chart secara langsung  membelah axis Bar Graph dengan axis nol dan  menjelaskan bahwa sejaik 1998 perubahan produksi minyak Indoensia selalu negatif atau menurun terus selama 8 tahun berturut-turut. Ini berbeda dari kondisi sebelumnya

Excel menyediakan fasilitas untuk memanipulasi axis guna membentuk efek gamnbaran Tornado.  Lihat Bar Chart Indonesia Crude Oil Production,   dimana nilai 0% berada di tengah sehingga ada sisi kiri dan sisi kanan axis 0% yang bisa diperbandingkan. Axis di tengah semacam itu by default nol, namun  bisa dibuat bukan nol dengan cara memanipulasinya lewat fasilitas Format axis. .Untuk memunculkan fasilitas tersebut cukup gerakkan cursor ke axis lalau klik tombol sebelah kanan dan di layar akan muncul opsi menu. Klik saja Format Axis dan akan muncul. :

Pengatur untuk memanipulasi axis itu ada di Axis Options – Axis Value. Tinggal diatur saja, nilai axis yang dikehendaki untuk menampilkan bagan seperti yang diharapkan. Sebagai contoh,  data dari Index Mundi: Konsumsi, Export, dan Import minyak Indonesia 2005-2010, yang telah ditayangkan pada Bar Graph di atas, ditayangkan dalam format yang memanipulasi axis dengan nilai 800. Axis Value ini bisa diubah-ubah setiap saat untuk memperoleh gambaran yang dikehendaki atau untuk keperluan what if analysis.

Ketika nilai axis berubah menjadi 800 maka Bar Chart berubah. Nilai axis 800 itu bisa diubah menjadi 500 atau 1000, atau nilai berapapun sebagai misal, sesuai dengan kebutuhan untuk menampilkan tayangan visual seperti yang dikehendaki.

Disamping itu, Excel juga menyediakan fasilitas untuk menggeserhttp://fe.uajy.net/fs/as/wp-content/uploads/2007/09/Overlap1.png visualisasi data melalui fasilitas Overlap untuk menggeser visualisasi data konsumsi turun agar sejajar dengan visualisasi data  Export dan Import. Arahkan cursor ke konsumsi kemudian klik kanan mouse  dan di layar kemudian akan muncul opsi menu. Klik saja Format Data Series dan di layar kemudian akan muncul  tayangan  Fromat data Series. Maka gerakkan saja penanda Series Overlap ke arah 1000% berarti sejajarkiri dan kanan , atau ke 0 % berarti tidak ada overlapping atau by default.

Bila overlap 100% maka visualisasi data Konsumsi akan tepat sejajar dengan visualisasi data Export dan Import yang berimpit menjadi satu bar.. Karena berimpit maka data yang lebih kecil pasti akan ditimpa oleh data yang lebih besar.

 

SENSITIVITY ANALYSIS

Sensitivity Analysis menjelaskan perubahan satu unit parameter yang akan mempengaruhi perubahan nilai keputusan. Sebagai contoh, dalam hukum permintaan, sampai seberapa besar pengaruh perubahan satu unit harga terhadap perubahan permintaan.

Dalam analisis untuk proses pembuatan keputusan rasional, sensitivity ini membantu untuk menurunkan alternatif-alternatif putusan sebelum keputusan diambil dari alternatif terbaik. Dalam hal ini, Crystal Ball sudah menyediakan fasilitas untuk melakukan analisis sensitivitas, seperti dalam gambar berikut

Dalam hubungannya dengan visualisasi data atau hasil analisis dengan menggunakan Excel, perubahan parameter itu bisa dilakukan secara langsung dengan mengubah nilai di sel yang dikehendaki dan secara langsung pula efek perubahan itu tervisualisasikan. Ini sangat membantu analis atau pembuat keputusan karena secara langsung bisa melihat dampak perubahan itu dengan mengamati hasil perubahan itu.

Di Linear Programming, sebagai misal, Sensitivity Analysis adalah Post Optimalilty Analysis yaitu setelah Nilai variabel Putusan yang membuat nilai Objective Function ekstrim ditemukan. Sensitivitas itu menyangkut perubahan parameter Objecdtive Function untuk mengetahui sejauh mana perubahan parameter tersebut berpengaruh pada nilai Objective Function, dan parameter  Right Hand Side untuk mengetahui sejauh mana perubahan parameter tersebut akan mempengaruhi optimalitas. Klik Linear Programming-Excel untuk mengetahui lebih lanjut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *